Kembali ke Masa Lalu: Mengulik Pesona Kamera Analog Bersama Siswa DKV

|

 



Kembali ke Masa Lalu: Mengulik Pesona Kamera Analog Bersama Siswa DKV


Halo para pembaca setia dan penikmat seni di SMK Mutiara Bangsa Kalisuren! kali ini kita masuk ke dunia fotografi dan mungkin jadi pembahasan yang sangat menarik dan ditunggu para siswa DKV SMK Mutiara Bangsa, karena keunikannya bahkan bisa dibilang kita "kembali ke masa lalu" dengan mengenal kamera analog.

Sebagai guru fotografi yang juga mengabadikan momen lewat lensa (Anda bisa cek hasil jepretan saya di @imamikhsan11), saya sering melihat antusiasme siswa Kelas X DKV terhadap berbagai jenis kamera. Namun, di tengah gempuran kamera digital canggih, ada pesona tersendiri dari kamera analog yang tak lekang oleh waktu.

Mengapa Kamera Analog Masih Relevan?

Mungkin sebagian dari kita bertanya, di era serba digital ini, mengapa harus kembali ke kamera analog? Jawabannya sederhana: pengalaman dan keunikan. Menggunakan kamera analog mengajarkan kita tentang proses, kesabaran, dan penghargaan terhadap setiap jepretan. Tidak ada layar LCD untuk melihat hasil instan, tidak ada tombol hapus untuk mengoreksi kesalahan. Setiap klik adalah komitmen, dan hasil akhirnya seringkali memberikan kejutan yang menyenangkan dengan karakter visualnya sendiri.

Untuk siswa DKV, memahami kamera analog bukan hanya sekadar nostalgia, tapi juga memperkaya perspektif artistik mereka. Mereka belajar tentang:

  • Pencahayaan Manual: Tidak ada mode otomatis yang serba instan. Siswa belajar mengatur aperture, shutter speed, dan ISO secara manual, memahami segitiga eksposur secara mendalam. Ini melatih kepekaan mereka terhadap cahaya dan bagaimana cahaya memengaruhi sebuah gambar.

  • Film dan Karakteristiknya: Berbagai jenis film (warna, hitam putih, ISO rendah/tinggi) memiliki karakteristik unik dalam hal warna, kontras, dan grain. Siswa jadi tahu bagaimana memilih film yang tepat untuk menciptakan mood atau gaya visual tertentu.

  • Proses Cetak (Potensi Pembelajaran Lanjutan): Meski belum tentu dilakukan di sekolah, memahami bahwa film harus dicuci dan dicetak adalah bagian integral dari fotografi analog. Ini membuka wawasan tentang proses dari hulu ke hilir.

  • Komposisi yang Matang: Karena setiap jepretan adalah berharga dan tidak bisa diulang sembarangan, siswa cenderung lebih memikirkan komposisi sebelum menekan tombol shutter. Ini melatih mata mereka untuk melihat dan mengorganisir elemen visual dengan lebih cermat.

 

Membangun Fondasi Fotografi yang Kuat

Mengenal kamera analog adalah fondasi yang kokoh bagi siapa pun yang ingin serius di dunia fotografi. Ini mengajarkan prinsip-prinsip dasar yang tetap relevan, bahkan saat mereka beralih ke kamera digital yang lebih modern. Dengan memahami bagaimana cahaya bekerja, bagaimana lensa membentuk gambar, dan bagaimana eksposur memengaruhi hasil akhir, siswa DKV akan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang seni fotografi.

Kami yakin, dengan eksplorasi ini, siswa-siswi DKV SMK Mutiara Bangsa Kalisuren akan semakin terasah kreativitasnya dan mampu menciptakan karya-karya fotografi yang unik dan berkarakter, baik dengan teknologi digital maupun sentuhan klasik analog.

Terus ikuti berbagai kegiatan menarik di SMK Mutiara Bangsa Kalisuren! Adakah di antara kalian yang tertarik untuk mencoba memotret dengan kamera analog? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar!


Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar